Ungkapan Cinta


Teman, kita mungkin tidak meragukan bahwa suami kita mencintai dan menyayangi kita, tapi kita mungkin sering bertanya-tanya di hati, seberapa besar dia menyayangi kita dan seberapa dalam cintanya kepada kita.

Kita juga ingin sekali suami kita lebih sering mengungkapkan cintanya kepada kita, baik secara verbal maupun dengan perbuatannya.

Aku tergelitik sekali oleh iklan salah satu produk kecantikan di TV yang mengatakan bahwa apabil kita menggunakan produk kecantikan yang diklaim mampu melawan tanda-tanda penuaan itu, maka suami akan semakin sayang, semakin mesra, dan semakin sering memeluk dan mencium serta mengucapkan “i love you”.

Aku jadi bertanya-tanya, apa iya, cuma satu produk kosmetik mampu merubah kepribadian seseorang? Bagaimana kalau sang suami pada dasarnya memang tidak ‘romantis’,  tidak biasa mengumbar kata “I love you”, dan meras risih kalau harus mengumbar kemesraan di depan orang lain?

Ah, membandingkan suami kita dengan gambaran ‘pria romantis’ di TV entah versi Hollywood, Bollywood, oriental, ataupun versi lokal kita sendiri, hanya akan membuat kita frustrasi.

Rasanya lebih baik kalau kita melihat suami kita sebagai pribadi unik yang mempunyai cara tersendiri untuk mengungkapkan cintanya.

Aku sendiri dulu sering kesal pada suami, karena dulu aku berharap bahwa suamiku tercinta akan datang dengan sikat bunga di hari anniversary kami atau memanjakanku  seharian di hari ulang tahunku 😀

Sepertinya aku hanya menyiksa diri sendiri dengan harapan yang muluk-muluk itu,  sampai kemudian aku menyadari, banyak sekali hal-hal kecil yang dia lakukan untukku  yang menunjukan perhatian dan rasa sayangnya padaku.

Aku terlalu sibuk dengan pemikiran “kamu seharusnya begini, kamu seharusnya begitu”, padahal dia suka pulang ke rumah dengan menjinjing sepuluh buah kue cucur yang dia tahu aku sangat suka.

Atau, dia dengan senang hati memasakkan mie instan pada saat aku tidak sempat memasak, menawarkan kepadaku apakah aku ingin berlangganan majalah?,  mengingatkanku dengan lemah lembut dan sama sekali tidak menyinggung ketika aku kebablasan belanja, membangunkanku di tengah malam dengan sesendok obat dan segelas air hangat karena mendengar  aku batuk-batuk, mengingatkanku  untuk sholat, mendengarkan aku membaca Al-Quran, mengendarai sepeda motor di tengah gerimis untuk membelikan aku mie bakso karena –secara tidak sengaja- mendengar aku menginginkannya. Subhanallah….

Hmmm…… mulai sekarang mari kita cari dan ingat- ingat kebaikan-kebaikan suami dan katakan :

“…Suamiku, I love you.”

Iklan

8 Tanggapan

  1. seneng deeee bacanya… :D…

  2. yoi yoi…subhannalloh.

  3. So sweet…, jadi kepikiran pengen posting tentang suami juga hiks… 🙂

    • Ayo Des…..selagi masih bisa, msh ada kesempatan, knp ngga kita ungkapin perasaan kita kpd suami dg jujur. Biarkan dunia jg tahu.
      Jgn sampe tar kita nyesel krn ga manfaatin kesempatan yg masih ada.
      Kebayang ga, kalo tulisan2 kita sekarang dibaca oleh anak cucu kita nanti? seru kaaan? 😉

  4. seneng jg kog yoo,,,,
    huehehe,,,,

    kwkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: